Ritual Budaya Sasak Bisoq Tian
Bisoq
Tian dalam Bahasa Indonesia, artinya cuci perut. Namun, masyarakat sasak
mengartikan ritual bisoq tian ini merupakan tradisi masyarakat sasak yang
dilaksanakan dalam bentuk rowah (selamatan). Saat usia kehamilan tujuh bulan,
secara tradisional dianggap bayi yang dikandung sudah matang atau bayi sudah
siap lahir.
Tradisi
Bisoq tian dilakukan untuk menyiapkan calon Ibu dalam menghadapi proses
melahirkan. Tradisi selamatan ini dikenal dengan nama rowah bisoq tian. Suasana
Islami yang tergambar dalam tradisi bisoq tian ini, kental disetiap tahap
ritualnya. Karena pada dasarnya masyarakat sasak secara pribadi beragama Islam.
Dapat
kita lihat dalam keseharian bahwa banyak hal dari tradisi bisoq tian ini yang
ditabukan oleh setiap masyarakat, seperti halnya saat seorang perempuan
mengandung, yakni suaminya tidak diperbolehkan memotong rambut sampai istrinya
melahirkan. Suami juga tidak boleh membunuh binatang, jika hal tersebut
dilakukan, dipercaya keturunannya akan mengalami sesuatu hal yang tidak
diinginkan. Karena masyarakat tradisional sasak memiliki keyakinan yang kuat,
jika itu dilanggar maka anak yang dilahirka akan cacat.
Nah, kontroversi semacam inilah yang masih melekat di dalam diri
masyarakat sasak. Jika kita berfikir atau merenungkan kembali bahwa segala
sesuatu diciptakan oleh Allah swt. Dalam surah At-tin ayat 4 menyatakan bahwa
“Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.” Dari potongan ayat
tersebut sudah semestinya kita sadar dan berfikir positif bahwa yang
menciptakan segala sesuatu termasuk makhluk hidup dengan sempurna yakni Allah
swt.
apa ada ritual khusus ketika bisoq tian, seperti mandi dengan kembang tujuh rupa atau dimandikan dengan kain 7 warna warni?
BalasHapusMenurut salah satu tokoh masyarakat yang saya wawancarai bernama Abdul Muhit (warga desa sesela) mengatakan sebenarnya ada, tapi karena banyak kontroversi dan hal hal lain yang sifatnya mempengaruhi budaya tersebut, makannya tidak ada kita jumpai pada era saat ini. Namun, sebagai wujud selamatannya hanya menggunakan zikiran dengan menyediakan air ditengah2 orang zikiran, kemudian setelah zikiran, barulah air tersebut digunakan untuk memandikan seorang perempuan yang sedang hamil itu. :-)
Hapuskebudayaan yng sungguh luarbiasa.....
BalasHapus